Mengatasi Efek “Google Sandbox” dengan White Hat
Banyak pertanyaan yang terbersit di benak saat menghadapi masalah traffic dari SE nya oom Google. Waktu itu saya membangun beberapa blog dengan menggunakan domain baru, awal berdirinya masih biasa2 saja. Kemudian saya terapkan beberapa optimasi di sana-sini, hasilnya terlihat di minggu ke-2 tapi beberapa minggu kemudian drop kembali pengunjungnya. Strategi tersebut saya ulangi beberapa kali dan hasilnya tidak berubah (naik-turun jumlah pengunjung).
Saya terus bertanya2 ada apa dengan Google, adakah algoritma baru yang diterapkan oleh si oom ini? Kebetulan saya coba lihat-lihat sebuah situs yang menyediakan layanan SEO, “di situ” terdapat informasi mengenai “mencegah terkena efek sandbox”. Langsung saya flashback pada pengalaman di atas (naik-turun jumlah pengunjung), mungkin ini yang menyebabkan blog2 saya selalu labil. Saya coba googling dan mendapatkan halaman yang judulnya cukup menarik perhatian “Jumping Over the Google Sandbox“, di halaman tersebut disebutkan bahwa Google Sandbox adalah algoritma yang akan mencegah situs2 baru menduduki tangga Top SERP. Hal ini dapat dilihat dari usia domain yang digunakan berbanding lurus dengan optimasinya (baik backlink maupun content nya). Jika domain dengan usia dini memiliki baclink ratusan dapat dianggap over optimize, begitu juga dengan contentnya.
Pesan yang saya dapat dari halaman tadi untuk menghindari efek Sandbox adalah sbb:
- Mengumpulkan konten dan backlink dengan santai (hindari pencarian backlink dengan membabibuta).
- Lakukan secara paralel, memposting konten dan mengembangkan situs (membangun backlink, dan optimasi lainnya).
- Beli domain yang usianya sudah lanjut (lebih tua lebih baik), usahakan domain tersebut punya sejarah yang baik.
- Jangan berkompetisi dengan kata kunci yang terlalu populer. Lebih baik ada sedikit kunjungan daripada tidak sama sekali.
- Cari traffic dari selain Google (nah ini yang agak berat, masalah nya sebagian besar netters larinya ke oom terus).
Btw, ke-lima teknik di atas belum tentu berhasil. Kalau saran dari saya adalah: bangun sebuah situs dengan tujuan memberikan informasi berguna bagi pengunjung (sesuai dengan Google Guidelines).
haik.. dicoba nanti
Great post bro.Thanks ya bwt ilmux.Aku jga lgi cri info ttg sandbox nh
kebanyakan backlink dalam waktu singkat berbahaya?
ini dia yg bikin bingung..
pernah baca e-book dari IM luar mengenai conversation dia dengan pihak google..
menurut conversation itu terlalu banyak backlink dalam waktu dekat ga ngaruh juga tuh..
apalagi mengenai duplicate content.. mitos of mitos..
tp menarik juga yg mengenai sandbox…
saya newbie sih jadi blum pernah kena sandbox..
great post bro mantap. thanks for sharing
@Bastian: thx info nya, bagi saya mitos tetap harus diperhitungkan apabila masih masuk akal. Memang, algoritma google sendiri yg menjalankan adalah (mungkin) sebuah robot yg selalu diupdate algoritmanya sehingga kian hari kian membaik. Kalo saya perhatikan Google Sandbox hanya berlaku di google.com, utk google.co.id sptnya tidak terlalu diperhatikan sehingga seakan2 algoritma sandbox/duplicate content hanya menjadi mitos yg tidak perlu dianggap. Semoga bermanfaat.